300 Pelajar Ikuti Kejuaraan Atletik di PPOP Ragunan
Sebanyak 300 pelajar dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat mengikuti Kejuaraan Atletik Pelajar yang diselenggarakan Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Pora) Jakarta Selatan di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan, Jalan Harsono RM, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Selasa (30/6).
"Kegiatan yang positif"
Kepala Seksi Keolahragaan Suku Dinas Pora Jakarta Selatan, Uha Suhari mengatakan, kejuaraan tersebut merupakan agenda rutin tahunan. Namun, berbeda dengan tahun sebelumnya yang digelar empat kali, pada tahun ini pelaksanaannya hanya dilakukan dua kali.
Kejuaraan Atletik Pelajar Jakarta Selatan Diikuti 400 Peserta"Kebetulan saat ini para pelajar sudah memasuki masa libur sekolah sehingga momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan yang positif," ujarnya, Selasa (30/6).
Uha menjelaskan, kejuaraan ini mempertandingkan sejumlah nomor atletik sesuai jenjang usia peserta. Untuk tingkat SD diperlombakan lari 60 meter, sedangkan tingkat SMP dan SMA mempertandingkan lari 100 meter.
"Ada juga nomor lari jarak menengah 400 meter, 800 meter, 1.000 meter, dan 1.500 meter. Untuk Cabang lapangan yang dipertandingkan meliputi lempar bola, tolak peluru, dan lompat jauh," terangnya.
Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi sehingga kuota pendaftaran cepat terpenuhi. Untuk itu, pihaknya berencana menambah kuota peserta pada penyelenggaraan mendatang.
"InsyaAllah, pada tahun-tahun mendatang kuotanya akan kami tambah karena banyak yang mendaftar, tetapi kuota sudah penuh. Ke depan kami ingin memberikan kesempatan kepada lebih banyak pelajar untuk berpartisipasi," ungkapnya.
Ia menuturkan, penyelenggaraan kejuaraan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membina sekaligus memotivasi atlet-atlet muda berbakat agar mampu berprestasi dan mewakili Jakarta Selatan maupun Provinsi DKI Jakarta pada ajang yang lebih tinggi.
Uha berharap, kompetisi tidak hanya meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga mendukung tumbuh kembang fisik peserta, meningkatkan kedisiplinan, sportivitas, serta membentuk karakter sosial yang positif.
"Mudah-mudahan kegiatan ini juga dapat menekan berbagai aktivitas negatif remaja, seperti kecanduan gawai, tawuran, dan bentuk kenakalan remaja lainnya di Jakarta Selatan, khususnya di kalangan pelajar," ucapnya.
Sementara itu, orang tua peserta, Jubaedah mengaku optimistis anaknya yang berlaga pada kategori SD mampu meraih hasil terbaik. Sebab, persiapan dan latihan sudah dilakukan secara maksimal sebagai bekal menghadapi perlombaan.
"Saya optimistis anak saya bisa meraih hasil terbaik. Latihan sudah dilakukan dengan maksimal karena pada tahun sebelumnya penampilannya masih kurang optimal," tandasnya.